penalitian imunisasi

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Program
pembangunan kesehatan di indonesia dalam rencana pembangunan jangka menengah
nasional 2005 – 2009, mempunyai visi masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat
dimana salah satu target nya adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita (Fadilah
diakses dari www.Depkes.go.id. 2005).

Berdasarkan
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 Angka Kematian Bayi
(AKB) baru lahir (neonatal) masih berada pada kisaran 20 per 1000 kelahiran
hidup. Departemen Kesehatan menargetkan pada atahun 2010 angka kematian bayi
baru lahir menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (www.Depkes.go.id.November 2004).

Departemen kesehatan menargetkan pengurangan
angka kematian bayi. Angka kematian bayi berkurang dari 248 menjadi 206 per
1000 kelahiran hidup yang di capai pada tahun 2009. sementar angka harapan hidup
berkisar rata – rata 70,6 per tahun (Grehenson:diakses dari Protal,UGM. 2007).

Pencegahan nya antara lain dengan kegiatan
imunisasi pada bayi harus di tingkatkan dan dipertahankan atau ditingkatkan
cakupannya. Sehingga mencapai Universal Child Imunization (UCI), sampai
di tingkat desa merupakan modal awal untuk sehat (Azwar diakses dari www.Depkes.go.id.April
2005).

Tanpa imunisasi kira – kira 3 dari 100
kelahiran anak akan meninggal karena penyaki campak. 2 dari 100 kelahiran anak
akan meninggal karena penyakit batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan
meninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setip 200.000 anak, 1 akan
menderita penyakit polio.imunisasi akan dilakukan dengan memberikan vaksin
tertentu akan melindungi anak terhadap penyakit – penyakit tertentu.Walau pun
pada saat ini fasilitas pelayanan untuk vaksinasi ini telah tersedia di
masyarakat, tetapi tidak semua bayi telah di bawa untuk mendapatkan imunisasi
yang lengkap. Bila mana fasilitas pelayanan Kesehatan tidak dapat memberikan
imunisasi dengan perkembangan tertentu (http://www.unicef.org/indonesia/id/media.html.Februari
2007)

Program imunisasi merupakan cara yang penting
untuk melindungi anak. tapi ini bukan jalan satu –satunya. Imunisasi harus di
berikan dengan bijaksana  (Biddulph, 398:1999)

Penyakit yang Dapat di Cegah dengan Imunisasi
(PD3I) seperti TBC, Dipteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio, Hepatitis b, merupakan
salah satu penyebab kematian anak di negara – negara berkembang termasuk
indonesia. Diperkirakan 1,7 juta kematian anak,5% pada balita di Indonesia
adalah PD3I  (Profil Kesehatan, Depkes
Sumbar 2005).

  Agar target nasional dan global untuk
mencapai eradikasi, eliminasi, harus di petahankan tinggi dan merata sampai
mencapai tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi. Kegagalan untuk menjaga
tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat menimbulkan Kejadian
Luar Biasa (KLB) PD3I. Program nasional
imunisasi anak ini menargetkan peningkatan cakupan imunisasi di Indonesia
menjadi 80,5% yang di ukur melalui peningkatan imunisasi Dpt dan Campak pada
bayi dan anak.Tujuan penyelengaraan peningkatan angka cakupan imunisasi
membangun komitmen yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan terhadap
program peningkatan cakupan imunisasi. Lebih memasyarakatkan program
peningkatan cakupan imunisasi sebagai salah satu program peningkatan kesehatan
masyarakat lebih meluas dalam rangka pencapaian visi masyarakat yang mandiri
untuk hidup sehat, dimana salah satu target nya untuk menurun kan angka kematian bayi (Profil Kesehatan, Depkes
Sumbar 2005).

Dalam kegitan imunisasi yang dipakai sebagai
indikator imunisasi lengkap adalah imunisasi campak berdasarkan laporan yang di
terima cakupan imunisasi campak rata – rata telah melebihi target yang di
tetapkan. Sehingga target Universal Child Imunization  (UCI) pada tingkat kabupaten dan kota masih
dapat dipertahankan. Secara keseluruhan Propinsi Sumatera Barat cakupan
imunisasi adalah sebesar 91,84%. Untuk jangkauan imunisasi suatu wilayah
dikatakan baik adalah apabila cakupan Dpt1 telah mencapai cakupan minimal 90 %.
Dengan demikian Propinsi Sumatera Barat secara keseluruhan telah melebihi taget
minimal namun perhatian khusus harus dilakukan.

Sasaran program imunisasi adalah :

1. Bayi baru lahir sampai
dengan umur kurang dari 1 tahun

2. Anak Sekolah SD atau
Madrasah sederajat

3. Wanita hamil

4. Wanita usia subur umur
15 – 39 tahun

5. Calon pengantin wanita

Diperkirakan jumlah bayi yang menjadi sasaran
imunisasi sebanyak 97,177 bayi. Cakupan imunisasi Dpt1 telah melebihi dari
target. Yang telah yaitu sebesar 90%. Sedangkan bayi yang telah di imunisasi Dpt
1 sebanyak 99,76% (Depkes Sumbar 2001).

Bedasarkan data dari pemantauan program imunisasi,
cakupan imunisasi telah mencapai 90%. Di wilayah kerja Puskesmas Gunung
Kelurahan Ekor Lubuk. Sedangkan perbandingan cakupan imunisasi masing – masing
kelurahan dapat dilihat dari table 1.1.

Tabel 1.1

Cakupan Imunisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

 

 

Imunisasi

 

 

Gantiang 36 sasaran

 

 

Sigando  26 sasaran

 

 

Ekor lubuk 38 sasaran

 

 

Gumala  90 sasaran

 

 

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

9

 

10

 

11

 

12

 

 

BCG

 

DPT 1

 

DPT II

 

DPT III

 

HEPATITIS B I

 

HEPATITIS B II

 

HEPATITIS B III

 

POLIO I

 

POLIO II

 

POLIO III

 

POLIO IV

 

CAMPAK

 

 

63%

 

19%

 

19%

 

11%

 

42%

 

44%

 

42%

 

72%

 

44%

 

61%

 

64%

 

61%

 

 

42,3%

 

27%

 

12%

 

23%

 

23%

 

58%

 

54%

 

35%

 

38%

 

88%

 

58%

 

42%

 

 

44,7%

 

13%

 

2,6%

 

 -

 

24%

 

32%

 

26%

 

34%

 

61%

 

42%

 

18%

 

39%

 

 

37,8%

 

7,8%

 

6,7%

 

13%

 

34%

 

40%

 

46%

 

30%

 

41%

 

62%

 

30%

 

41%

 

 

Dari data diatas dapat diketahui bahwa tahun
2008, angka cakupan imunisasi BCG tertinggi terdapat di posyandu Ganting 63%,
sedangkan angka cakupan imunsasi DPT tertinggi terdapat diposyandu
Sigando, cakupan imunisasi Hepatitis B tertinggi
terdapat di posyandu Ganting, cakupan imunisasi Polio terdapat di posyandu
Ganting, cakupan imunisasi campak  tertinggi
terdapat di posyandu ganting.

 Dari hasil
wawancara dengan 9 orang ibu balita, mereka tidak memberi anaknya imunisasi
karna dapat menimbulkan penyakit seperti demam. Mereka juga mengatakan
pemberian imunisasi tidak terlalu berpengaruh kepada kesehatan anaknya.  

 Berdasarkan
uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk meneliti apakah adanya
hubungan pengetahuan, pendidikan dan motivasi ibu dengan pemberian imunisasi
dasar bayi di Posyandu guguak malintang wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan
Ekor Lubuk Padang Panjang Timur 2008.

 

1.2 Rumusan Masalah

 Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan pengetahuan,
pendidikan dan motivasi ibu dengan pemberian imunisasi dasar bayi di Posyandu
guguak malintang wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan Ekor Lubuk Padang
Panjang Timur 2008.

 

1.3  Tujuan
Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

  Untuk mengetahui Bagaimana hubungan
pengetahuan, pendidikan dan motivasi ibu dengan pemberian imunisasi dasar bayi
di Posyandu Guguak Malintang wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan Ekor
Lubuk Padang Panjang Timur 2008.

 

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Diketahui distribusi
frekuensi pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi di Posyandu Guguak Malintang
wilayah kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

b. Diketahui distribusi frekuensi
pendidikan ibu dengan pemberian imunisasi di Posyandu Guguak Malintang wilayah
kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

c. Diketahui distribusi
frekuensi motivasi pemberian imunisasi dasar bayi di Posyandu Guguak Malintang ilayah
kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

d. Diketahui distribusi
frekuensi pemberian imunisasi dasar di Posyandu Guguak Malintang wilayah kerja
puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

e. Diketahui hubungan
pengetahuan dengan pemberian imunisasi dasar di Posyandu Guguak Malintang
wilayah kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

f. Diketahui hubungan
pendidikan dengan pemberian imunisasi dasar di Posyandu Guguak Malintang
wilayah kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

g. Diketahui hubungan
motivasi dengan pemberian imunisasi dasar di Posyandu Guguak Malintang wilayah
kerja puskesmas Gunung kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang timur 2008.

 

 

1.4  Manfaat Penelitian

1.4.1  Bagi Peneliti

Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat
selama masa pendidikan.

1.4.2 Bagi Institusi
Pendidikan

 Dapat
memberikan kontribusi terhadap hasil penelitian yang diperoleh sehingga dapat
bermanfaat bagi orang lain dan dapat di gunakan sebagai baahan penelitian
selanjut nya.

1.4.3 Bagi Petugas Kesehatan

Sebagai bahan masukan bagi petugas kesehatan di
Posyandu guguak malintang wilayah kerja puskesmas gunung kelurahan ekor lubuk
Padang Panjang timur 2008.

1.4.4 Bagi Peneliti
Selanjutnya

 Sebagai
bahan acuan untuk meneliti tentang hubungan motivasi ibu dengan pemberian
imunisasi dasar bayi di Posyandu di masa yang akan datang.

 

1.5 Ruang Lingkup

 Ruang
Lingkup penelitian ini adalah untuk meneliti tentang hubungan. pengetahuan,
pendidikan dan motivasi ibu dengan pemberian imunisasi dasar bayi di Posyandu
guguak malintang wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan Ekor Lubuk Padang
Panjang Timur 2008. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner pada
ibu balita.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

 

2.1 Pengetahuan 

2.1.1 Pengertian

 

Menurut Karnadi (2003:12 ) Pengetahuan
adalah semakin ibu mengetahui tentang manafaat imunisasi dasar bayi maka ibu
semakin termotivasi untuk membawa bayi ke posyandu. Tingkat pendidikan adalah
jenjang pendidikan formal yang sudah di tamatkan oleh ibu dapat dikelompokkan
menjadi dua yaitu :

 a.Rendah apabila tingkat pendidikan ibu tidak
tamat sekolah dasar, tidak tamat
sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sederajat, serta jika ibu tidak sekolah.

b.Tinggi,
apabiala tingkat pendidiakan ibu tamat sekolah lanjutan tingkat atas dan
sederajat serta tamatan perguruan tinggi.

 

pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini
terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui
panca indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran penciuman, rasa dan
raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh mata dan telinga (
Notoatmodjo, 2003:121).

2.1.2 Tingkat Pengetahuan di Dalam Domain Kognitif

a. Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai mengingat
suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk pengetahuan tingkat ini
adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh
bahan yang dipelajari dengan ransangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu
ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

b. Memahami (Comprehension)

Memehami
diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek
yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
Orang yang telah paham terhadap objek atau meteri dapat menjelaskan,
menyebutkan, contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap objek
yang dipelajari.

c. Aplikasi (aplication)

Aplikasi
diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada
situasi dan kondisi sebenarnya.

d. Analisis (analysis)

Analisis
adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam
komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi, dan masih
ada kaitannya satu sama lain.

e. Sintesis (Syntesis)

Sintesis
menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan
bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

f. Evaluasi (evaluation)

Evaluasi ini berkaitan denagan
kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau
objek. Penilaian- penilaian itu didasrkan pada suatu criteria yang ditentukan
sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada (Notoatmodjo,
2003:124).

Pengukuran
pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan
ntantang isi materi yang ingn diukur dari subjek penelitian atau responden.
Kedalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dpat kita sesuaikan
dengan tingkatan-tingkatan ( Notoatmodjo, 2003:124).

 

2.2 Pendidikan

2.2.1 Pengertian

 Pendidikan adalah usaha sadar yang
dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Sahertian,
2000:1).

 Pendidikan secara umum adalah segala
upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok
atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan noleh pelaku
pendidikan ( Notoatmodjo, 2003:16).

2.2.2 Unsur-Unsur Pendidikan

a. Input adalah sasaran
pendidikan (individu, kelompok, masyarakat), dan pendidik(pelaku pendidikan).

b. Proses adalah upaya
yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain.

c. Output
adalah melakukan apa yang diharapkan atau prilaku  (Notoatmodjo, 2003: 16). 

2.2.3 Proses Pendidikan Melibatkan Beberapa Hal

 a. Subjekyang
dibimbing ( peserta didik ).

 b. Orang
yang membimbing ( pendidik ).

 c. Interaksi
antara peserta didik dengan pendidik ( interaksi edukatif ).

 d. Kearah
mana bimbingan ditujukan ( tujuan pendidikan ).

 e. Pengaruh
yang diberikan dalam didikan ( materi bimbingan ).

 f. Tempat dimana peristiwa dibimbing
berlangsung ( lingkungan pendidikan ).

2.2.4 Tujuan Pendidikan

 Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah
kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai
oleh segenap kegiatan pendidikan (Hartato, 2008 : 2 ).

 

2.3. Motivasi

2.3.1  Pengertian

Motivasi mempunyai arti dorongan bersal dari bahasa
latin “ movere ” yang berarti
mendorong atau menggerakkan seseorang untuk berprilaku beraktifitas dalam
pencapaian tujuan (Widayatun, 1999 : 112).

Motivasi adalah suatu set atau kumpulan prilaku yang
memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam satu cara diarahkan
kepada tujuan spesifik tertentu (Soeroso, 2003 : 69).

Motivasi adalah semua pengerak alasan – alasan tertentu
atau dorongan – dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan seseorang berbuat
sesuatu (Purwanto,1998 : 56).

2.3.2 Faktor – faktor yang
mempengaruhi motivasi

Faktor dari dalam diri manusia instrinsik dapat berupa
pengetahuan dan tingkat pendidikan atau berbagai harapan cita – cita yang
menjangkau ke masa depan kepribadian dan sikap. Pengetahuan adalah merupakan
hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan
terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia
yakni indra pengliahatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar
manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003 : 121).

Menurut Depkes RI, Seperti
pendapat mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki
seseorang maka semakin besar motivasi seseorang dalam menyerap dan menerima
informasi dalam bidang kesehatan. Serta kemampan dan keinginan untuk berperan
serta dalam pembangunan di bidang kesehatan masyarakat yang memiliki
pengetahuan yang luas dengan mudah menyerap dan menerima informasi serta aktif
berperan dalam mengatasi masaalah kesehatan dan keluarga.

 

Jadi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan motivasi adalah
semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka semakian besar keinginan ibu untuk
berperan serta dalam bidang kesehatan bayi dengan cara membawa bayinya ke
posyandu untuk diberikan imunisasi dasar pada bayi.

Faktor diluar dari seseorang ekstrinsik dapat ditimbulkan
oleh berbagai sumber seperti lingkungan yang dipengaruhi adalah jarak rumah ibu
ke posyandu semakian dekat jarak rumah ke posyandu semakin besar motivasi ibu
memabawa bayi nya imunisasi dasar ke posyandu, dan degan adanya peran kader
seprti pemberian infomasi kesehatan yaitu mengenai imunisasi kepada ibu – ibu
tentang manfaat dan tujuan dari imunisasi akan bisa membangkitkan motivasi ibu
untuk membawa bayi nya imunisasi dasar ke posyandu.Lingkungan yang baik dan
menunjang akan menimbulkan motivasi kepada seseorang,sementara budaya yang
dimiliki seseorang akan mempengaruhi besar kecil nya motivasi yang akan timbul
misal nya pada daerah yang mempunyai kebudayaan yang lebih maju akan cepat
menerima pengetahuan sehingga dapat menimbulkan motivasi suatu kegiatan.

 

 

2.3.3 Unsur – unsur motivasi
terdiri dari

a Motivasi
merupakan suatu tenaga dinamis manusia dan muncul  memerlukan rancangan baik
dalam maupun dari luar.

 b Motivasi sering ditandai dengan perilaku yang penuh emosi.

 c. Motivasi merupakan reaksi pilihan dari beberapa alternatif
pencapaian tujuan.

d Motivasi berhubungan
erat dengan kebutuhan dalam diri manusia (Purwanto, 1999:72).

 Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi timbul nya motivasi antara lain kebutuhan. Teori yang apaling
terkenal adalah teori Hierarki. Seorang psikolog Abraham Maslow menyatakan
bahwa tedapat lima kelompok kebutuhan utama manusia yaitu:

1. Kebutuhan dasar
fisiologis

Kebutuhan ini
adalah kebutuhan yang paaling mendasar bagi setiap manusia contoh nya : seperti
makan, minum, dan hal – hal penting bagi kehidupan.

2. Kebutuhan rasa aman

Seperti kebutuhan perlindungan dari
bahaya dan perlindungan dari kehilangan kebutuhan fisiologis.

3. Kebutuhan
bersosialisasi

Seperti kebutuhan
akan cinta, kasih sayang, dan diterima oleh kelompok sosialisasi nya.

 

 

4. Kebutuhan ego atau
pengahargaan

Seperti kebutuhan
untuk dihomati, dihargai, memiliki prestasi, reputasi dan status.

5. Kebutuhan
beraktualisasi diri

Seperti kebutuhan untuk
mengembangkan potensi dan menujukkan bahawa diri nya mampu berbuat sesuatu,
sehingga dipercayai oleh orang lain.

 Menurut Maslow pada hakikatnya
manusia selalu mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhanya. Setelah kebutuhan
dasar dipenuhi kebutuhan yang ada di atas nya merupakan kebutuhan dominan
aayang ingin dipenuhi daan dengan mengenali kebutuahan seseorang pada saat
tertentu. Melalui pengenalan model – model motivasi seseorang dapat di motivasi
untuk berproduksi dan berpretasi ( Soeroso, 2003 : 70).

2.3.4  Cara
Meningkatkan Motivasi

Dengan teknik verbal :

a. Berbicara untuk
membangkitkan semangat

b. Pendekatan pribadi

c. Diskusi dan sebagainya

d. Teknik tigkah laku ( meniru, mencoba,
menerapkan )

e. Teknik intensif dengan cara mengambil kaidah
yang ada

f. Supertisi ( kepercayaan
akan ssuatu secara logis, maupun membawa keberuntungan )

g. Citra atau image yaitu dengan imajinasi atau daya
khayal yang tinggi maka
individu termotivasi. 

2.4   Imunisasi

2.4.1  Pengertian

Imunisasi merupakan aplikasi prinsip-prinsip
imunologi yang paling terkenal dan paling berhasil terhadap kesehatan manusia
(Wahab : 2002, 38).

2.4.2 Manfaat Imunisasi

a. Untuk
anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit yang  .terjangkit seperti : Hepatitis B, Difteri,
Batuk rejan, Tetanus, Polio, Campak.

b. Untuk keluarga :
menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong
pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa
kanak-kanak yang nyaman.

c. Untuk negara :
memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal
untukmelanjutkan pembangunan negara. (http://www.unicef.org/indonesia/id/media.html.Februari
2007
)

2.4.3 Tujuan
Imunisasi

untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar
dapat mencegah penyakit bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang
sering terjangkit (http://www.unicef.org/indonesia/id/media
.html.Februari
2007)

2.4.4 Ada dua macam
kekebalan ( cara untuk mendapatkan kekebalan )

a. Kekebalan pasif

 Anak diberiakan antibodi yang yang sudah
dibuat misalnya :

1. Pasien tetanus diberikan antitoksin tetanus
( imunoglobin tetanus )

 2. Pasien
difteri diberikan antitoksin difteri

 3. Pasien karena gigitan ular
diberikan antitoksi bisa ular

4. Anak yang kurang gizi yang mungkin terpapar
dengan pendetita campak  atau hepatitis
dapat dilindungi dengan pemberianGamaglobulin perlindungan  ini berlangsung untuk jangka waktu 3-6 bulan.

b. Kekebalan aktif

Anak membuat antibodi sendiri untuk dapat
menghasilkan antibodi tertentu. Seseorang harus terinfeksi oleh penyakit
tertentu baik melalui terjangkit penyakit tersebut atau melalui pemberian
vaksin yang mengandung bakteri atau virus atau racun yang sudah dilemahkan.
Kekebalan aktif dapat bertahan lama.

Imunisasi aktif dapat diberikan terhadap
penyakit:

1. Batuk rejan dengan pemberian vaksin pertusis

2. Tetanus dengan pemberian vaksin tetanus
toksin

3. Difteri dengan pemberian vaksin difteri

4. Tuberkolosis dengan pemberian vaksin
Bacillus Calmete Guerine

( BCG)

5. Poliomelielitis dengan pemberian vaksin
polio

6. Campak dengan pemberian vaksin campak (Biddulp : 1999, 397).

2.4.5 Penyakit yang
dapat di cegah dengan imunisasi

 a. Difteri

 Adalah
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebakterium diphteriae. Penyebarannya
adalah melalui pernafasan. Gejala awal penyaki adalah radang tenggorokan,
hilang nafsu makan dan demam rigan. Dalam 2-3 hari timbul selaput putih
kebiru-biruan pada tenggorokan dan tonsil. Difteri dapat menimbulkan komplikasi
berupa gangguan pernafasan yang berakibat kematian.

 b. Pertusis

 Disebut
juga batuk rejan atau batuk seratus hari adalah penyakit pada saluran
pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. Penyebaran
pertusis adalah melalui tetesan-teyesan kecil yang keluar dari batuk atau
bersin. Gejala penyakit adalah pilek, mata merah, bersin, demam dan batuk ringan
yang lama-kelamaan batuk menjadi parah dan menimbulkan batuk menggigil yang
cepat dan keras. Komplikasi pertusis adalah pneumonia bacterialis yang dapat
menyebabkan kematian.

c. Tetanus

 Adalah
penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin.
Penyakit ini tidak menyebar keorang-orang, tetapi melalui kotoran yang masuk
mlalui luka yang dalam. Gejala awal adalah kaku pada otot rahang, disertai kaku
pada leher, kesulitan menelan, kaku otot perut, berkeringat dan demam. Gejala berkutnya
adalah kejang yang hebat dan tubuh menjadi kaku. Komplikasinya adalah patah
tulang akibat kejang, pneumonia dan infeksi lain yang dapat menyebabkan
kematian.

d. Tuberkulosis

Adalah
penyakit yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosa

 ( batuk
darah).penyakit ini menyebar melalui pernafasaan lewat batuk atau bersin.
Gejala awal penyakit ni adalah lemah badan, demam, penuruna berat badan, keluar
keringat pada malam hari. Gejala lain tergantung pada organ yang diserang.
Tuberkulosis dapat menyebabkan kematian.

 e. Campak

 Adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus Maesles. Disebarkan melalui droplet bersin
atau batuk penberita. Gejala awal penyakit ini adalah demam, bercak kemerahan,
batuk, pilek, conjungtivitis ( mata merah),elanjutnya timbul ruam pada muka dan
leher, kemudian menjalar ke tangan dan badan serta kaki. Komplikasi campak
adalah diare hebat, peradangan pada telinga dan infeksi saluran nafas.

f.
Poliomielitis

 Adalah
penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus
yang berhubungan yaitu virus 1, 2 atau 3. secara klinis penyakit polio adalah
anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut. Penyebarannya
adalah melalui kotoran manusia yang terkontaminasi. Kelumpuhan dimulai dengan
gejala awal demam, nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit.

 g.
Hepatitis B

 Adalah
penyakit yang di sebabkan oleh virus Hepatitis B yang merusak hati.
Penyebarannya adalah melalui suntikan yang tidak aman dari ibu ke bayi selama
proses persalinan, melalui hubungan seksual, infeksi pada anak biasanya tidak
menimbulkan gejala. Gejala yang ada adalah merasa lemah, gangguan perut dan
gejala lain seperti flu. Urine menjadi kuning, kotoran menjadi pucat, warna
kuning pada mata ataupun kulit. Penyakit ini biasanya menjadi kronis dan
menimbulkan serosis hepatis.

 

 

2.4.6  Imunisasi yang
Diberikan Pada Anak

  a. Iminisasi BCG ( Bacillus Calmette Guerine
)

Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif  terhadap tuberkulosa

Kemasan : Kemasan
dalam ampul, setiap  ampul vaksin dengan
empat ml pelarut

Cara
pemberian imunisasi dan dosis : bayi
kurang dari satu tahun 0,05  ml intrakutan didaerah lengan
atas

Kontraindikasi :  panas

Efek
samping :
imunisasi BCG tidak menyebabka
nreaksi yang bersifat umum yaitu demam 1-2 minggu kemudian akan timbul indurasi
kemerahan ditempat suntikan yang berubah menjadi postula, kemudian pecah
menjadi luka. Luka tidak perlu pengobatan, akan sembuh secara spontan dan
meninggalkan tanda parut, kadang-kadang terjadi pembesaran kelenjer regional
diketiak atau leher.

 b. Imunisasi
DPT

Indikasi :untuk
pemberian kekebalan secara stimulan terhadap difteri pertusis dan tetanus

Kemasan   :
kemasaan dalam bentuk vial, 1 box vaksin terdiri dari 10 vial, satu vial berisi
10 dosis, vaksin berbentuk cairan

Cara
pemberian imunisasi dan dosis : di
suntikan secara intramuskuler dengan osis pemberian 0,5 ml

Kontraindikasi :gejala-gejala
keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir atau gejala serius keabnormalan
pada syaraf merupakan kontra indikasi pertusis. Anak yang mengalami
gejala-gejala parah pada dosis pertama, komponen pertusis pada dosis kedua,
untuk dapat melanjutkan imunisasinya kedua dapat diberikan DT.

Efek samping :gejala-
gejala yang bersifat sementara seperti: lemas, demam, kemerahan pada tempat
suntikan. Adang-kadang gejala berat seperti demam tinggi, iritabilitas dan
meracau ang biasanya terjadi 24 jam setelah imunisasi.

 c. Imunisasi
polio ( oral polio vaccine)

Indikasi
  :untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomyelitis

Kemasan  :Vaksin
polio adalah vaksin yang berbentuk cairan, setiap vaksin polio disertai satu
buah penetes terbuat dari plastik.

Cara pemberian
imunisasi dan dosis :diberikan secara
oral satu dosis adalah dua tetesan sebanyak empat kali pemberian, setiap
interval setiap dosis minimal empat minggu.

Kontraindikasi  :pada individu yang menderita “immune
deficienci”. Tidak ada efek yang berbahaya yang timbul akibat pemberian
pada anak yang sedang sakit. Namun jika ada keraguan, misalnya sedang menderita
diare, maka dosis ulangan dapat di berikan.

Efek
samping  :pada umumnya tidak terdapat efek samping.
Efek samping berupa paralisis yang disebabkan oleh vaksin yang sangat jarang
terjadi.

d.  Imunisasi
campak

Indikasi  :untuk peberian kekebalan aktif terhadap
penyakit campak

Kemasan  :
vaksin ini berbentuk beku kering

Cara pemberian imunisasi dan dosis :sebelum disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus
dilarutkan dengan pelarut steril yang telah tersedia yang berisi lima cairan
pelarut. Dosis pemberian 0,5 ml disuntikan secara subkutan pada lenan kiri atas, pada usia 9-11 bulan. Dan ulangan 6-7 tahun.

Kontraindikasi  :individu yang mendapat penyakit immune
deficiency atau individu yang diduga menderita gangguan respon imun karena
leukimia.

Efek samping  :hingga 15% pasien dapat mengalami demam
ringan dan kemerahan selama tiga hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah
vaksinasi.

 e.Imunisasi
hepetitis B

Indikasi  :untuk peberian kekebalan aktif terhadap
infeksi yang di sebabkan oleh virus hepatitis B.

Kemasan   :vaksin hepatitis B yang berbentuk cairan
,vaksin hepatitis B terdiri dari dua kemasan, satu box vaksin terdiri dari 10
vial yang terdiri dari 5 dosis.

Cara pemberian imunisasi dan dosis :sebelum di gunakan harus dikocok terlebih dahulu agar
suspensi menjadi homogen.Vaksin disuntikan dengan dosis 0,5 ml atau satu buah,
pemberian suntikan secara intra muskuler sebaiknya pada anterolateral
paha.Dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari, dosis berikutnya dengan
minimal interval empaat minggu.

Kontra indikasi  : hipersensitif terhadap komponen vaksin, vaksin
ini tidak bolen diberikan pada penderita infeksi berat yang disertai kejang.

Efek samping : reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan
pembengkakan di sekitar penyuntikan.

 f.Imunisasi
DPT-HB

Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap
penyakit difteri, tetanus, pertusis dan hepatitis B.

Kemasan  : vaksin berwarna putih keruh seperti vaksin
DPT.

Cara pemberian imunisasi dan dosis : Pemberian dengan cara
intra muskuler 0,5 sebanyak tiga dosis. Dosis pertama pada usia dua bulan,
dosis selanjutnya dengan interval empat minggu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.1

Jadwal pemberian
imunisasi dasar secara umum di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Vaksin

 

 

Pemberian Imunisasi

 

 

Selang Waktu Pemberian

 

 

Umur

 

 

Keterangan

 

 

BCG

 

 

1 Kali

 

 

 

 

 

0 – 11 Bulan

 

 

 

 

 

DPT

 

 

3 Kali

 

(DPT 1, 2, 3)

 

 

4 Minggu

 

 

2 – 11 Bulan

 

 

 

 

 

Polio

 

 

4 Kali

 

(Polio 1,2,3,4)

 

 

4 Minggu

 

 

0 – 11 Bulan

 

 

 

 

 

Campak

 

 

1 Kali

 

 

 

 

 

9 – 11 Bulan

 

 

 

 

 

Hepatitis B

 

 

3 Kali

 

( Hep.B 1,2,3)

 

 

4 Minggu

 

 

0 – 11 Bulan

 

 

Untuk bayi yang lahir dirumah sakit, Puskesmas, Rumah
  Bidan Hepatitis B diberikan dalam 24 jam pertama Kelahiran. BCG, Polio
  diberiman sebelum bayi pulang kerumah

 

 

Tabel 2.2

Jadwal Pemberian
Imunisasi Dasar Pada Bayi yang Datang Ke Pusyandu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Umur

 

 

Jenis Imunisasi

 

 

1 Bulan

 

 

BCG, Polio 1, DPT 1

 

 

2 Bulan

 

 

HB 1, Polio 2, DPT 2

 

 

3 Bulan

 

 

HB 2, Polio 3, DPT 3

 

 

9 Bulan

 

 

HB3, Polio 4 + Campak

 

 

 

 

2.5  Pos
Pelayanan Terpadu (Posyandu)

2.5.1 Pengertian

Pos Pelayanan Terpadu ( posyandu ) adalah suatu
forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan
untuk masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam
mengembangkan sumber daya manusia sejak dini, ( Efendi: 1998, 267).

  Posyandu adalah pusat kegiatan
masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana.

Posyandu adalah pusat pelayanan keluarga
berencana dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh
masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka
pencapaian Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera ( NKKBS).

Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan
bahwa posyandu adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berupa suatu
forum komunikasi, alih teknologi yang mempunyai nilai strategi, diselenggarakan
dan dikelola dari dan untuk masyarakat bmendapat pelayanan professional dan
non professional dalam rangka mencapai
NKKBS.

2.5.2 Tujuan

Pos pelayanan terpadu mempunyai tujuan.

a. mempercepet penurunan
angka kematian ibu dan anak.

b. meningkatkan angka
pelayanan kesehatan ibu.

c. mempercepat
penerimaan norma keluarga kecil bahagia
sejahtera.

d. meningkatakan kemapuan
masyarakat untuk mengembangkan kegiatan masyarakat dalam usaha peningkatan kemampuan hidup sehat.

e. peningkatan dan
pemerataan pelayanaan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan
cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografi.

f. meningkatkan dan
pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi dan swakelolausaha
kesehatan masyarakat. ( Efendi : 1998, 268 ).

2.5.3 Sasaran Pelayanan

 Yang
menjadi sasaran pelayanan kesehatan di posyandu adalah :

a. Bayi yang kurang dari
1tahun.

b. Anak balita usia 1
sampai 5 tahun.

c. Ibu hamil, ibu
menyusui, dan ibu nifas.

d. Wanita usia subur.

2.5.4.  kegiatan atau pelayanaan kesehatan yang
diberikan

  a.  lima
kegiatan posyandu ( Panca Krida Posyandu )

1. Kesehatan ibu dan anak

2. Keluarga berencana.

3. Imunisasi.

4. Penanggulangan diare.

 b.  Tujuh kesehatan posyandu ( Sapta Krida
Posyandu )

1. Kesehatan ibu dan
anak.

2. Keluarga berencana

3. Imunisasi.

4. Peningkatan gizi.

5. Penanggulangan diare.

6. Sanitasi dasar.

7. Penyediaan obat
esensial. ( Efendi : 1998, 268 ).

2.5.5 Pembentukan Posyandu

Posyandu dibentuk dari pos–pos yang telah ada
seperti

a. Pos
penimbangan balita.

b. Pos
imunisasi

 c. Pos keluarga berencana desa

d. Pos
kesehatan

e. Pos lain yang dibentuk baru

2.5.6 Lokasi atau letak
posyandu

a. Berada pada tempat
yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

b. Ditentukan oleh
masyarakat itu sendiri.

c. Dapat merupakan lokal
tersendiri.

d. Bila tidak
memungkinkan dapat dilaksanakan di rumah penduduk, balai rakyat, pos RT / RW
atau pos launnya.

2.5.7 Pelayanan
kesehatan yang dijalankan

Pemeliharaan Kesehatan bayi dan balita   a. Penimbangan
bulanan.

 b. Pemberian tambahan makanan bagi berat
badan yang kurang.

 c. Imunisasi bayi 3-14 bulan.

 d. Pemberian oralit untuk menanggulangi
diare.

e. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan
pertama (Efendi, 1998:270)

 

2.6  Kerangka
Konsep

Berdasarkan uraian dalam
tinjauan teoritis diatas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi yaitu
intrinsic dan ekstrinsik dalam membawa bayi imunisasi ke posyandu

 Variabel
Independen  Variabel Dependen

 

 
   
   

   

 

   
   

Pengetahuan

   

   

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 
   
   

   

 

   
   

Pemberian Imunisasi dasar

   

- lengkap

   

- Tidak Lengkap

   

   

 

 

 

 

 

 


2.7  Hipotesa

 

2.7.1 Ada
hubungan antara
Pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar  bayi
Di posyandu Guguak Malintang wilayah kerja puskesmas Gunung Kelurahan Ekor
Lubuk Padang Panjang Timur .

2.7.2 Ada hubungan antara
pendidikan ibu dengan pemberian imunisasi dasar bayi di posyandu Guguak Malintang wilayah kerja puskesmas Gunung
Kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang Timur.

2.7.3 Ada hubungan antara
motivasi pengetahuan ibu dengan
pemberian imunisasi dasar bayi di
posyandu Guguak Malintang wilayah kerja puskesmas Gunung Kelurahan Ekor Lubuk
Padang Panjang Timur.

 

2.8 Defenisi
Operasional

Defenisi Operasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

no

 

 

variabel

 

 

Defenisi
  operasional

 

 

Cara
  ukur

 

 

Alat
  ukur

 

 

Hasil
  ukur

 

 

Skala
  ukur

 

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

pengetahuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

motivasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

imunisasi
  dasar bayi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pengetahuan
  : ibu mengetahui manfaat imunisasi

 

 

 

jenjang
  pendidikan formal yang sudah ditamatkan ibu.

 

 

 

mendorong
  atau menggerakkan seseorang berprilaku, beraktifitas dalam mencapai tujuan.

 

 

 

Kekebalan
  yang diberikan pada tubuh bayi.

 

Imunisasi
  awal yang diberikan kepada bayi untuk kekebalan tubuh bayi, meliputi usia 1
  bulan( BCG, Polio I,Polio II, DPT II,) usia 2 bulan ( Hb I, Polio II, DPT
  II),Usia 3 bulan ( Hb II, Polio III, DPT III), Usia 4 bulan ( Hb III, Polio
  IV)Usia 6 – 9 bulan ( CAMPAK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wawancara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wawancara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wawancara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melihat
  KMS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kuisioner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kuisioner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kuisioner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar
  cheklis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggi
  jika > mean rendah

 

Jika <
  mean

 

 

 

Tinggi
  > SMA

 

>
  rendah

 

< SMA

 

 

 

 

 

 

 

Tinggi
  jika > mean rendah

 

Jika <
  mean

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Imunisasi:-
  lengkap apabila :semua imunisasi sudah diberikan sesuai dengan umur bayi

 

-
  tidak lengkap apabila imunisasi belum diberikan sesuai dengan umur bayi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1  Disain Penelitian

Disain penelitian yang digunakan adalah
bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional untuk
melihat faktor penyebab (variabel independent) dan faktor akibat (variabel
independent) diukur pada saat bersamaan.

 

3.2  Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di posyandu guguak
malintang wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang
Timur. Yang dilaksanakan pada bulan juli tahun 2008.

 

3.3  Populasi dan Sampel

3.3.1  Populasi

Populasi penelitian adalah seluruh objek atau
orang yang akan diteliti,

 ( Notoatmodjo, 2002:79).
Populasi pada penelitian ini semua ibu yang mempunyai bayi di guguak malintang
wilayah kerja Puskesmas Gunung Kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang Timur 2008,
sebanyak 90 orang . 

3.3.2 Sampel

Menggunakan total sampling yaitu sebanyak 90 orang.

 

 

3.4  Cara
Pengumpulan Data

3.4.1  Data Primer

 Pengumpulan
data dalam penelitian ini, diperoleh penelitian sesuai dengan jenis data, yang
mana data primer diperoleh dengan cara pengisian kuisioner oleh ibu – ibu yang
menjadi sample dengan di dampingi oleh peneliti untuk menjelaskan hal – hal
yang kurang dimengerti.

 3.4.2 Data Sekunder

Diperoleh dengan cara melihat kelengkapan imunisasi
dari KMS bayi tersebut dengan menggunakan daftar checklist.

 

3.5 Pengolahan dan
Analisa Data

3.5.1 Pengolahan data

Pengolahan data dilakukan setelah pengumpulan
data selesai, dilakukan dengan maksud agar data yang dikumpulkan memiliki sifat
yang jelas. Adapun langkah dalam pengolahan data yaitu:

a. Editing yaitu memeriksa apakah semua pertanyaan yang diajukan
penulis kepada responden sudah terawab.

b. Coding yaitu memberikan kode pada kuisioner.

c. Tabulating yaitu menstabulasikan data berdasarkan kelompok data yang
telah ditentukan.

d. Entri data yang telah ada dan telah diberi kode kemudian diubah
dengan computer.

e. Processing semua kuisioner terisi penuh dan benar, serta telah
melewati pengkodean, maka langkah selanjutnya adalah memproses data yang sudah dientri dapat
dianalisis. Pemrosesan data dilakukan dengan cara mengentry data dan
kuisionerke paket program computer.

 

 

 

3.5.2 Analisa Data

 1. Analias univariat

 Analisa univarian ini bertujuan untuk
mendapatkan gambaran masing- masing
distribusi frekuensi setiap variable.

2. Analisa bivariat

 Analisa
bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diteliti yang diduga berpengaruh
dengan menggunakan uji chi square.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUISIONER

Hubungan Pengetahuan, Pendidikan
dan Motivasi Ibu dengan Pemberian Imunisasi Dasar Bayi di Posyandu Guguak
Malintang Wilayah

Kerja Puskesmas Gunung Kelurahan
Ekor Lubuk

Padang Panjang Timur

Tahun 2008.

 

Petunjuk pengisian pilih dengan
melingkari huruf A, B atau C dari jawaan
yang di anggap benar

DATA UMUM  

HARI / TANGGAL :

NAMA :

UMUR, TANGGAL LAHIR :

JENIS KELAMIN :

PEKERJAAN :

PENDIDIKAN :

Tingkat Pengetahuan :

1. Apakah pengertian imunisasi
menurut ibu ?

A. Kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit tertentu 

B. Daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu 

C. Kekuatan
terhadap suatu penyakit 

2. Apakah manfaat
imunisasi pada ibu ?

A.Untuk
mencegah diri bayi agar tidak terserang penyakit yang disebabkan  oleh kuman-kuman   

 B. Untuk memberantas suatu penyakit pada
diri bayi 

 C. Agar bayi sehat dan gemuk 

3. Pemberian imunisasi BCG yang benar adalah ? 

 A. 0-2 bulan 

 B. 2-4 bulan  

 C. 4-6 bulan  

4. Berapa kalikah pemberian imunisasi DPT ?

 A. 4 kali 

 B. 3 - 4 kali 

 C.2 – 3 kali   

5. pemberian imunisasi campak yang benar dibawah
ini ?

 A. 9-11 bulan 

 B. 7 – 9 bulan 

 C. 5 - 7 bulan 

6. Pemberian
imunisasi Hepatitis b dan polio yang benar adalah ?

 A. 0 - 11 bulan 

 B. 9 -11 bulan 

 C. 7 – 9 bulan 

7. Apakah kegunaan
imunisasi DPT bagi bayi ?

 A. Kekebalan terhadap Difteri Pertusis,
Tetanus 

 B. Kekebalan terhadap Tetanus 

 C. Kekebalan terhadap Tuberculosis 

8. Dimanakah lokasi penyuntikan Hepatitis b ?

 A. Dibahagian paha 

 B. Dibahagian betis  

 C. Dibahagian lengan 

9. Apa tujuan ibu
membawa bayi imunisasi B ?

 A. Agar anak sehat dan kebal terhadap suatu
penyakit 

 B. Agar anak kuat 

 C. Agar anak gemuk 

Tingkat Pendidikan

10. Apa pendidikan
ibu ? 

 A.SD 

 B. SLTP 

 C.SMA

 D.DIPLOMA

 E.S 1 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR
PUSTAKA

 

One Response to “penalitian imunisasi”

  1. poetri Says:

    penelitian yang ok moga brhasil

Leave a Reply