gastro enteritis askep

G A S T R O E N T E R I T I S

 

 

1. PENGERTIAN

Diare adalah keadaan
frekuensi buang air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih tiga kali
pada anak. Konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur
lender dan darah atau lendir  biasa.

2.INSIDEN

v Gastroenteritis akut adalah penyakit
utama kedua yang paling sering menyerang anak – anak

v Rotavirus adalah penyebab 35 % – 50 %
hospitalisasi karena gastroenteritis akut, antara 7 % - 17 % disebabknan
adenovirus dan 15 % disebabkan bakteri

v Bayi yang mendapat ASI, lebih jarang
menderita gastroenteritis akut daripada bayi yang mendapat susu formula,
antibody maternal terdapat sejumlah patogrn enteric dipindahkan air susu ibu

3. MANIFESTASI KLINIS

§ Sering
BAB, konsistensi feses cair.

§ Terdapat
tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelk, ubun – ubun dan mata cekung,
membrane mukosa kering

§ Kram
abdominal

§ Mual
dan disertai muntah

§ Demam,
anoreksia, lemah, pucat, malaise, BB menurun

§ Perubahan
tanda – tanda vital, nadi dan pernafasan cepat

4. ETIOLOGI

Faktor penyebab diare

v Factor infeksi

Ø Infeksi enteral

 Infeksi saluran
pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi
infeksi enteral sebagai berikut :

· Infeksi
bakteri, vibrio, Eschericia coli, salmonella, shigella, compylobakter,
yersinia, aeromanas, dan sebagainya.

· Infeksi
virus, enterovirus ( virus ECHO, coxsackie, poliomyelitis ) adeno-virus,
rotavirus, astrovirus, dan lain – lain

· Infeksi
parasit,cacing ( Ascaris, Trichuris, Oxyuris, Strongyloides ), protozoa, ( Entamoeba
histolytica, Giardia Lamblia, Trichomonus Hominis ), jamur ( Candida albicans).

Ø Infeksi parenteral

Infeksi di luar alat
pencernaan makanan seperti otitis media akut ( OMA ), tonsillitis atau
tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan sebagainya. Keadaan ini
terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun.

v Factor malabsorbsi

o Malabsorbsi
karbohidrat, disakarida ( intoleransi laktosa, maltosa,sukrosa ), monosakarida
( intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa ). Pada bayi dan anak 6yang
terpenting dan tersering ( intoleransi laktosa ).

o Malabsorbsi
lemak

o Malabsorbsi
protein

v Factor makanan, makanan basi,
beracun, alergi terhadap makanan

v Factor psikologis, rasa takut dan
cemas ( jarang, taetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar )  

5. PATOFISIOLOGI

Berdasarkan patofisiologi, maka
penyebab diare dibagi menjadi :

v Diare sekresi, yng dapat disebabkan
oleh infeksi virus, kuman pathogen dan apatogen,hiperperistaltik usus halus
akibat bahan kimia atau makanan,gangguan psikis, gangguan saraf, hawa dingin,
alergi dan defisiensi imun terutama Ig A sekretorik.

v Diare osmotic,yang daoat disebabkan
oleh malabsorbsi makanan, kekurangan kalorii protein ( KKP ), atau bayi berat
badab lahir rendah dan bayi baru lahir

Mekanisme dasar yang menyebabkan
timbulnya diare adalah :

Ø Gangguan osmotic

Akibat terdapatnya
makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotic dalam
rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam
rongga usus. Rongga usus yang berlebiha akan merangsang usus untuk
mengeluarkannya hingga timbul diare

Ø Gangguan sekresi

Akibat rangsangan
tertentu ( misalnya toksin ) pada dinding usus akan terjadi peningkatan
sekresi, air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare
karena terdapat peningkatan isi rongga usus.

 

Ø Gangguan motilitas usus

Hiperperistaltik akan
menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul
diare. Sebaliknya bila peristaltic usus menurun akan mengakibatkan bakteri
tumbuh berlebihan, selanjutnya timbul diare pula.

6. KOMPLIKASI

· Dehidrasi
( ringan, sedang, berat, isotonk atau hipertonik )

· Renjatan
hipovolemik

· Hipokalemia
( dengan gejala hipotonik otot, lemah, bradikardi, dan perubahan pada
elektrokardiogram )

· Hipoglikemia

· Intoleransi
laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim lactase karena kerusakan fili
mukosa usus halus.

· Kejang
terutama pada dehidrasi hipertonik

· Malnutrisi
energi protein karena selain diare dan muntah penderita juga mengalami
kelaparan

7. PENATALAKSANAAN

Dasar pengobatan diare menurut
Ngastiah :

Ø Pemberian cairan : jenis cairan, cara
pemberian cairan, dan jumlah pemberiannya

Pemberian pada pasien
diare dengan memperhatikan derajat dehidarsi dan keadaan umum :

· Cairan per oral

Cairan per oral pasien
dehidrasi ringan dan sedang, cairan deberikan per oral berisi NaCl dan NaHCO3,
KCl, glukosa. Untuk daire akut dan kolera diatas umur 6 bulan kadar natrium 90 mEq/L.
anak dibawah umur 6 bulan kadar natriumnya 50 – 60 mEq/L. formula lengkap
sering disebut oralit. Sedangkan yang tidak lengkap dalah cairan yang sderhana
yang dibuat sendiri yang mengandung gula dan garam atau air tajih yang diberi
garam dan gula untuk pengobatan sementara di rumah.

· Cairan parenteral

Sebenarnya ada beberapa
jenis cairan yang di perlukan sesuai dengan kebutuhan bayi atau pasien yang Mal
Energi Protein (MEP ).

Mengenai pemberian cairan
seberapa bamyak yang di beri tergantung ringan beratnya dehidrasi di
perhitungkan sesuai umur dan berat badan.

 

 

 

Cara pemberian cairan :

§ Belum
ada dehidrasi

Per oral sebanyak anak
mau minum atau 1 gelas tiap defekasi

§ Dehidrasi
ringan

1 jam
: 25 – 50 ml/kgBB per oral dan selanjutnya 125 ml/kgBB per hari

§ Dehidrasi
sedang

1 jam pertama 50 – 100
ml/kgBB per oral ( sonde ) dan selanjutnya 125 ml/kgBB per hari

§ Dehidari
berat

o Untuk
anak 1 bulan – 1 tahun berat badan 3 – 10 kg.

1 jam
pertama 40 ml/kgBB per jam

7 jam pertama 12 ml/kgBB
per jam

16 jam pertama 125ml/kgBB
oralit per oral

o Untuk
anak umur 2 – 5 tahun berat badan 10 – 15 kg

1 jam pertama 30 ml/kgBB
per jam

7 jam pertama 10 ml/kgBB
per jam

16 jam berikutnya 125
ml/kgBB oralit per oral

o Untuk
anak 5 – 10 tahun berat badan 15 – 25 kg

1 jam pertama 20 ml/kgBB
per jam

7 jam pertama 10 ml/kgBB
per menit

16 jam berikutnya 105
ml/kgBBoralit per oral

Ø Diatetik ( cara pemberian makanan )

Untuk anak di bawah 1
tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan < 7 kg makanannya adalah susu
( ASI atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak
jenuh ), makanan setengah padat ( bubur ), makanan padat ( nasi tim ).

Ø Obat – obatan

Prinsip pengobatan adalah
menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah dengan
cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain ( gula, air
tajih, tepung bearas dan sebagainya ) 

· Obat
anti sekresi

Asetosal, dosis 25
mg/kgBB dengan dosis minimum 30 mg

Klorpramazin, dosis 0,5 –
1 mg/kgBB/hari.

· Obat
spasmolitik

· Antibiotic,
umumnya diberikan bila ada peyebab yang jelas, bila penyebabnya kolera
diberikan tetrasikan 25 mg/kgBB/hari. Antibiotic juga diberikan bila terdapat
penyakit penyrta seperti : OMA, faringitis, brankitis, bronkopneumonia.

ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian

Maka data yang dapat ditemukan pada
diare akut adalah

v Identitas klien meliputi : nama,
umur, jenis ke;lamin, dan lain – lain

v Data riwayat kesehatan

· Riwayat
kesehatan sekarang

Kemungkinan klien akan
mengalami BAB lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih 3 kali pada anak dengan
konsistensi encer dapat bercampur lender darah atau lender saja yang disertai
muntah, penurunan BB, suhu badab tergantung berat ringannya diare dan anak
terlihatlesu dan lemah

· Riwayat
kesehatan dahulu

Kemungkinan dulu pernah
menderita penyakit saluran pencernaan baik akut maupun kronis serta adanya
riwayat pernah menderita diare atau penyakit lain seperti : ISPA, otitis media,
penyakit infeksi lain

· Riwayat
kesehatan keluarga

Adanya anggota keluarga
menderita penyakit diare, ISPA, otitis media, penyakit infeksi lain

v Data fisik :

o Keadaan
umum

Kesadarn : tergantung
berat ringannya diare

Tanda – tanda vital : tergantung
derajat dehidrasi

o Pemeriksaan
fisik :

Ø Kepala

§ ubun
– ubun besar tergantung usia dan berat ringan daire

§ Mata
: tergantung berat ringannya diare

§ Mulut
: bibir kering

Ø Kulit : turgor kulit tergantung berat
ringannya diare

Ø Perut : biasanya tidak ada kelainan

Ø Genetalia : daerah sekitar anus
biasanya agak kemerahan

Ø Ekstremitas : ujung ekstremitas
biasnya dingin

 

v Pemeriksaan laboratorium

  • Pemeriksaan
         tinja

Makroskopis dan
mikroskopis,pH dan kadar gula jika diduga ada intoleransi gula, biakan kuman
untk mencari kuman penyebab dan uji resistensi terhadap antibiotik

  • Pemeriksaan
         darah

Darah perifer dan analisa
gas darah untuk menentukan derajat dehidarasi dan infeksi

  • Pemeriksaan
         elektrolis terutama Na, K, Cl, P serum pada diare yang disertai kejang
  • Pemeriksaan
         ureum dan kreatinin darah untuk mengetahui faal ginjal
  • Pemeriksaan
         duodenum incubation untuk mengetahui kuman secara kuantitatif dan
         kualitatif terutama pada diare kronik

2. kemungkinan diagnosa

o Kurang
volume cairan b.d seringnya BAB

o Resiko
gangguan integritas kulit b.d iritasi karena diare

o Perubahan
nutrisi : kurang dari kebutuhan b.d out put yang berlebihan

o Resiko
infeksi b.d mikroorganisme yang menembus saluran gastro intestinal

o Kurangnya
pengetahuan b.d perawatan diare

Tujuan : kebutuhan cairan terpenuhi

Kriteria hasil : turgor kulit baik,
membrane mukosa lembab, TTV stabil

 

 

 

 

 

Intervensi

 

 

Rasional

 

 

1.Berikan larutan
  rehidrasi oral untuk rehidrasi dan penggantian penghilangan cairan melalui
  feses

 

2.Berikan daan pantau
  cairan IV sesuai ketentuan

 

3. Beri agen anti
  mikroba sesuai ketentuan

 

 

 

 

 

4.Kaji TTV, turgor kulit,
  membrane mukosa, status mental setiap 4 jam atau sesuai indikasi

 

5. Hindari masukan
  jernih, seperti : jus buah, miniman bikarbonat dan gelatin

 

 

Larutan rehidrasi oral berikan sedikit tapi sering khususnya
  bila anak muntah

 

 

 

Untuk dehidrasi hebat dan muntah

 

 

 

Untuk mengobati pathogen khusus yang menyebabkan kehilangan
  cairan yang berlebihan

 

Untk mengkaji dehidrasi

 

 

 

 

 

Karena cairan ini tinggi karbohidrat rendah elektrolit dan
  mempunyai osmolalitas tinggi

 

 

 

DX 2 : Perubahan nutrisi : kurang dari
kebutuhan b.d out put yang berlebihan

Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi

Kriteria hasil : intake dan out put
adekuat

 

 

 

 

 

Intervensi

 

 

Rasional

 

 

1 Kaji kebutuhan nutrisi tiap hari

 

 

 

 

 

2.Beri makanan lunak dan mudah di
  cerna

 

 

 

3.Beri makanan dalam porsi kecil
  tapi sering

 

 

 

4.Berikan kebersihan oral

 

 

Dapat mengetahui sejauh mana klien kekurangan nutrisi dan
  dapat direncanakan tindakan selanjutnya

 

Mengurangi kerja peristaltic usus dam memudahkan penyerapan

 

Menghindari rasa bosan klien sehingga tidak merasa mual dan
  muntah

 

Mulut yang bersih dapat meningkatkan nafsu makan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WOC

 

 

Infeksi  - Bakteri   makanan ( basi, beracun  mal absorbsi

  - Virus    dan alergi )shg  karbhdrt prtein dan 

 - Parasit    sukar diabsorbsi usus lemak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 Toksin
diaregenik   peningkatan tekanan

   osmotic usus

 

 Hipersekresi pada
colon pe↑ sekresi air

  dan
elektrolis kerongga

 usus

   

 

 

 

diare akut

 

 

   

 


 
   
   

   

 

   
   

Mk: resti terjadi
    infeksi

   

   

 

 

 

 
   
   

   

 

   
   

MK: kecemasan

   

Orang tua dan

   

klg

   

   

 

 Pengeluaran cairan dan

  ektrolit yg  iritasi anus

  

 

 
   
   

   

 

   
   

Mk : ggn
    keseimbgn caiarn ,dan elektrlit

   

   

 

 berlebihan

 (
Na, K,HCL )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
   
   

   

 

   
   

Mk : ggn
    integritas kulit

   

   

 

 

 

 

 

kkrgn
cairan dan elektrolit (dehidrasi)

kr pengeluaran banyak, intake kurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  ggn
keseimbangan asam basa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
   
   

   

 

   
   

Mk : ggn rasa
    nyaman, cemas dan takut

   

   

 

 

 

 

 
   
   

   

 

   
   

Mk : ggn nutrisi

   

   

 

 -
hipoglikimia

 - pernapasan kusmaull

  - ggn sirkulas

   - ggn gizi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply