askep hepatitis dg woc yang benar

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1 Tinjauan Teoritis

2.1.1
Pengertian penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner ( PJK ) adalah suatu penyakit dimana
tersumbatnya  aliran darah pembuluh
koroner jantung akibat penimbunan zat lemak ( aterosklerosis ) karena tidak
cukupnya suplai darah yang mengandung oksigen untuk menghidupkan sel jantung ,
maka terjadi ancaman otot jantung , kalau hal ini dibiarkan bias timbul ancaman
berupa kematian mendadak. ( Ronald H.
Sitorus , 2006 : 50 ).

Penyakit jantung koroner ( PJK ) merupakan suatu kelainan yang
disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan
darah ke otot jantung. ( Iman Soeharto ,
2000 : 13 )

 

2.1.2 Faktor – faktor yang menyebabkan PJK

Ada

beberapa faktor yang mempengaruhi resiko terkena
penyakit jantung koroner, semakin banyak faktor resiko , semakin besar
kemungkinan terkena PJK . faktor resiko untuk PJK dapat dibagi dua bagian “
factor yang dapat diubah “ dan “ factor yang tidak dapat diubah “ .

Faktor yang dapat diubah
antara lain :

  • Merokok
  • Kolesterol
         tinggi
  • Tekanan
         darah tinggi
  • Kegemukan
        
  • Stress
         dan kurang berolah raga

Faktor yang tidak dapat
diubah antara lain :

  • Faktor
         genetika , misalnya tingkat kolesterol tinggi karena keturunan
  • Masalah
         gender , pria lebih beresiko terkena daripada wanita
  • Usia

 

2.1.3 Gejala Penyakit Jantung Koroner

Menurut DR.Christopher Davidson ( 1999 : 39 ) gejala – gejala PJK dapat berupa
nyeri , namun tidak semua nyeri dada disebabkan oleh PJK . Rasa nyeri yang
timbul di dada disebut angina Pectoris.
Banyak orang mengira mudah untuk mengenali nyeri dada , padahal hal ini sulit
bahkan bagi dokter yang berpengalaman sekalipun. Pada PJK rasa nyeri yang
timbul dari urat otot dijantung karena tidak mendapat oksigen yang cukup untuk
melaksanakan tugasnya. Angina biasanya berlangsung 2 – 3menit, tidak lebih dari
10 menit. Misalnya terjadi saat berjalan mendaki , melawan angin kuat , atau
pada saat naik tangga . namun bias juga terjadi setelah melukukan kegiatan
ringan. Sebenarnya angina dapat diduga sebelumnya namun bila arteri koronaria
terus menyempit atau timbul bekuan darah permukaan pembuluh darah , angina
dapat berkembang jadi angina tak pasti , misalnya mungkin saat kita baru
menyadari hanya mampu berjalan dalam jarak yang pendek atau merasa nyeri saat
melakukan pekerjaan ringan . perubahan rasa nyeri yang dialami perlu segera
dilaporkan kepada dokter agar tidak berkembang menjadi serangan jantung.

Serangan jantung rasa
nyerinya sama dengan angina , namun tidak hilang dengan beristirahat , orang
yang terkena serangan jantung nampak pucat , berkeringat , dan tubuhnya merasa
dingin. Mereka sering merasa sakit dan bahkan mungkin muntah. Perbedaan antar
angina dan serangan jantung adalah jika angina timbul akibat otot jantung kekurangan
oksigen namun tidak menimbulkan kerusakan otot jantung , pada serangan jantung
sebagian otot jantung menjadi mati akibat kekurangan oksigen.

 

CARA MENGENALI NYERI DADA

  1. Rasa
         nyeri bertambah parah saat ekspirasi
  2. biasanya
         tersa ditengah dada bias menyebar ke sisi kiri, ke kedua lengan , atau ke
         leher dan rahang.
  3. dada
         terasa seperti sesak , terbakar,tertusuk – tusuk atau tertekan

 

 

 

 

BOY ANTONI PUTRA ///// STIKES FORT DEKOKC BUKITTINGGI 17 JUNI 2008

Leave a Reply